Dealer Resmi Toyota Palembang Terbesar & Terlengkap Di SUMSEL

Mengatur akselerasi merupakan salah satu kebiasaan mengemudi yang paling berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, tetapi sering diabaikan oleh banyak pengendara. Yang dimaksud dengan akselerasi adalah proses mobil meningkatkan kecepatan dari kondisi diam maupun saat sedang berjalan. Cara pengemudi menekan pedal gas akan menentukan seberapa besar bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar. Semakin agresif akselerasi dilakukan, semakin banyak pula BBM yang dikonsumsi dalam waktu singkat. Sebaliknya, akselerasi yang halus dan terukur dapat membantu menjaga efisiensi mesin tanpa mengorbankan performa kendaraan.
Lakukan akselerasi secara bertahap selama 5–10 detik hingga mencapai kecepatan yang diinginkan.
Hindari menginjak pedal gas lebih dari 50% kecuali saat benar-benar dibutuhkan, misalnya menyalip kendaraan.
Pertahankan putaran mesin sekitar 1.500–2.500 rpm untuk mobil bensin pada penggunaan harian.
Jaga jarak aman minimal 3 detik dengan kendaraan di depan agar tidak perlu sering mengerem lalu berakselerasi kembali.
Gunakan mode berkendara Eco apabila tersedia karena respons pedal gas dibuat lebih halus sehingga konsumsi BBM lebih efisien.
Banyak orang mengira konsumsi BBM hanya dipengaruhi oleh kapasitas mesin atau jenis bahan bakar. Padahal dalam praktik sehari-hari, gaya mengemudi justru memberikan pengaruh yang sangat besar.
Saat pedal gas diinjak secara mendadak, Electronic Control Unit (ECU) akan membaca permintaan tenaga yang tinggi. Sebagai respons, sistem injeksi meningkatkan volume bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar agar mesin mampu menghasilkan akselerasi yang cepat.
Masalahnya, tambahan tenaga tersebut sering kali sebenarnya tidak diperlukan, terutama ketika berkendara di jalan perkotaan yang padat. Akibatnya, bahan bakar terpakai lebih banyak tanpa memberikan keuntungan berarti pada waktu tempuh.
Sebaliknya, akselerasi yang progresif membuat ECU mengatur suplai bahan bakar secara lebih stabil sehingga pembakaran berlangsung lebih efisien.
|
Kebiasaan Berkendara |
Akselerasi Agresif |
Akselerasi Halus |
|
Tekanan pedal gas |
Dalam dan tiba-tiba |
Bertahap |
|
Konsumsi BBM |
Lebih boros |
Lebih hemat |
|
Putaran mesin |
Cepat tinggi |
Stabil |
|
Kenyamanan penumpang |
Kurang nyaman |
Lebih nyaman |
|
Beban mesin |
Lebih berat |
Lebih ringan |
|
Risiko keausan komponen |
Lebih cepat |
Lebih rendah |
Dalam pengalaman bengkel maupun armada operasional perusahaan, pengemudi yang menerapkan akselerasi halus biasanya memperoleh konsumsi bahan bakar yang lebih konsisten dibanding pengemudi dengan gaya berkendara agresif pada rute yang sama.
Meskipun prinsipnya sama, penerapannya sedikit berbeda tergantung jenis transmisi.
Mobil Manual
Pada mobil manual, perpindahan gigi sangat menentukan efisiensi bahan bakar.
Beberapa praktik yang terbukti efektif antara lain:
Pindahkan gigi saat putaran mesin sekitar 2.000–2.500 rpm.
Hindari menahan gigi rendah terlalu lama.
Jangan langsung berpindah ke gigi tinggi jika mesin belum memiliki tenaga yang cukup.
Gunakan gigi sesuai kondisi jalan agar mesin tidak bekerja terlalu berat.
Jika perpindahan gigi terlambat, mesin akan berputar lebih tinggi sehingga konsumsi BBM meningkat.
Mobil Otomatis
Pada mobil otomatis, perpindahan gigi dilakukan oleh Transmission Control Module (TCM).
Karena itu, pengemudi cukup mengontrol tekanan pedal gas.
Cara yang disarankan:
Tekan pedal secara bertahap.
Hindari kickdown jika tidak diperlukan.
Gunakan mode Eco untuk penggunaan harian.
Pertahankan kecepatan stabil setelah mencapai target.
Tekanan gas yang terlalu besar akan memicu transmisi menurunkan gigi sehingga putaran mesin meningkat dan bahan bakar lebih banyak digunakan.
Salah satu kebiasaan pengemudi hemat BBM adalah melihat situasi lalu lintas lebih jauh ke depan.
Misalnya, ketika lampu lalu lintas terlihat merah sekitar 200 meter di depan, tidak perlu terus berakselerasi hingga akhirnya harus mengerem keras.
Lebih baik lepaskan pedal gas lebih awal sehingga mobil melambat secara alami.
Teknik ini memberikan beberapa keuntungan:
Mengurangi frekuensi pengereman.
Mengurangi kebutuhan akselerasi ulang.
Menjaga suhu rem lebih stabil.
Menghemat bahan bakar dalam perjalanan perkotaan.
Teknik sederhana ini sering digunakan oleh pengemudi profesional karena mampu menjaga ritme kendaraan tetap efisien.
Akselerasi yang baik tidak selalu berarti lambat, melainkan menjaga mesin bekerja pada rentang putaran yang paling efisien.
Secara umum:
|
Jenis Mesin |
Rentang RPM Efisien |
|
Bensin |
1.500–2.500 rpm |
|
Diesel |
1.200–2.000 rpm |
Ketika putaran mesin terlalu tinggi tanpa alasan, konsumsi bahan bakar meningkat karena jumlah siklus pembakaran per menit bertambah.
Sebaliknya, memaksa mesin bekerja pada rpm terlalu rendah juga tidak baik karena mesin akan kehilangan tenaga dan membutuhkan bukaan throttle yang lebih besar.
Beberapa kebiasaan berikut sering ditemukan pada pengemudi sehari-hari.
Pertama, langsung menginjak pedal gas penuh setelah lampu hijau menyala.
Cara ini memang membuat mobil melaju lebih cepat, tetapi tambahan kecepatan tersebut biasanya hanya beberapa detik dibanding kendaraan lain.
Kedua, terlalu sering mengejar kendaraan di depan.
Pola akselerasi–rem–akselerasi menyebabkan mesin bekerja lebih berat dibanding mempertahankan kecepatan yang stabil.
Ketiga, tidak menjaga jarak aman.
Akibatnya pengemudi harus sering mengerem dan kembali menambah kecepatan.
Keempat, membawa beban berlebih.
Mobil yang lebih berat memerlukan tenaga lebih besar saat mulai bergerak sehingga konsumsi BBM meningkat.
Mengatur akselerasi ternyata tidak hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga memperpanjang umur beberapa komponen kendaraan.
Komponen yang mendapat manfaat antara lain:
Kampas rem karena frekuensi pengereman berkurang.
Ban karena tidak sering menerima gaya dorong mendadak.
Kopling pada mobil manual.
Transmisi otomatis karena perpindahan gigi lebih halus.
Engine mounting akibat hentakan mesin lebih kecil.
Dalam jangka panjang, biaya perawatan kendaraan pun dapat ditekan karena komponen tidak cepat aus.
Mengemudi hemat BBM bukan berarti selalu melaju pelan.
Ada kondisi tertentu yang memang membutuhkan akselerasi lebih cepat, misalnya:
Menyalip kendaraan dengan aman.
Bergabung ke jalan tol.
Menghindari potensi tabrakan.
Melewati tanjakan dengan beban penuh.
Pada kondisi tersebut, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibanding penghematan bahan bakar.
Yang terpenting adalah kembali ke pola berkendara yang stabil setelah situasi selesai.
Sebelum berkendara, gunakan daftar sederhana berikut sebagai pengingat:
Gunakan tekanan pedal gas secara bertahap.
Hindari akselerasi mendadak dari posisi diam.
Pertahankan rpm pada rentang efisien.
Jaga jarak aman minimal 3 detik.
Antisipasi kondisi lalu lintas di depan.
Hindari kickdown jika tidak diperlukan.
Gunakan mode Eco bila tersedia.
Pertahankan kecepatan konstan setelah mencapai target.
Khusus untuk pelanggan Zenix dan Fortuner pembelian mulai Januari 2026 yang terhubung di aplikasi mTOYOTA. Berkendara lebih aman, hadiahnya lebih Besar. Pelanggan Zenix dan Fortuner yang berkendara dengan aman dan terhubung di aplikasi mTOYOTA berpeluang mendapat cashback hingga Rp 2,4 juta per periode polis. Cukup aktifkan Telematics di mTOYOTA, pantau Skor Mengemudi, dan nikmati cashback saat... selengkapnya
Memilih mobil bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga investasi jangka panjang. Salah satu pertimbangan penting adalah nilai jual kembali, terutama bagi kamu yang ingin mengganti kendaraan dalam beberapa tahun ke depan. Mobil hybrid semakin populer karena hemat bahan... selengkapnya
Sudah jual kendaraan tapi lupa blokir? Bisa-bisa Anda kena pajak progresif yang membuat pengeluaran tahunan bertambah. Dikutip dari Detik.com, kendaraan bermotor yang sudah dijual sebaiknya langsung dilaporkan pemindahan kepemilikannya. Sebab, kalau Anda lupa lapor bisa-bisa malah kena pajak progresif, terlebih... selengkapnya
Belum ada komentar