Dealer Resmi Toyota Palembang Terbesar & Terlengkap Di SUMSEL

Berbeda dengan mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya hanya mengandalkan motor listrik, mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih menggunakan mesin pembakaran dalam (ICE) berbahan bakar bensin.
Mesin bensin pada Hybrid EV Toyota bertugas untuk mengisi ulang baterai yang menggerakkan motor listrik. Tugas lainnya adalah bersinergi dengan motor listrik dalam menyalurkan tenaga ke roda saat dibutuhkan, seperti waktu cruising di jalan tol, menanjak, atau mendahului kendaraan lain.
Dikutip dari Pressroom Toyota Indonesia, Hybrid EV Toyota masih memproduksi gas buang Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen Dioksida (NO2), dan Hidrokarbon (HC). Gas CO dalam kadar tertentu, terbilang bahaya kalau sampai masuk ke dalam sistem pernapasan manusia.
Selain itu, CO2 merupakan gas yang mempunyai dampak berbahaya yang memberikan pengaruh terhadap pemanasan global. NO2 dapat pula mengakibatkan gangguan saluran pernapasan dan perih di mata. HC berasal dari proses pembakaran yang tidak sempurna berupa sisa-sisa uap mesin yang tidak terbakar.
Hybrid EV Tekan Emisi dan Konsumsi Bensin
Hybrid EV sanggup menekan emisi kendaraan menjadi sangat rendah berkat adanya motor listrik yang bersinergi dengan mesin bensin. Motor listrik pada HEV Toyota, membuat operasional mesin bensin semakin jarang, bahkan sama sekali tidak bekerja ketika mode EV (Electric Vehicle) diaktifkan.
Mesin tetap mati ketika mobil berhenti seperti di tengah kemacetan, sepanjang kapasitas baterai memadai. Alhasil, emisi yang dikeluarkan sangat rendah yang diklaim mencapai sekitar 50% dari kadar di mesin bensin dengan kapasitas setara.
Dampak positif lainnya adalah konsumsi bensin turun mengingat mesin pembakaran dalam semakin jarang beroperasi, khususnya di tengah kemacetan jalan atau pada kecepatan rendah. Tidak heran bila New Veloz Hybrid EV bisa mencatat konsumsi bensin seirit 28,9 km/liter berdasarkan pengujian sebuah media otomotif.
Uji Emisi Jaga Kondisi Mesin Mobil Hybrid Toyota
Uji emisi bisa menjadi indikator kesehatan mesin mobil hybrid. Hasi pengujian gas buang yang berada di bawah ambang batas yang ditentukan pemerintah, menandakan mesin mobil dalam kondisi prima. Selain tentunya menjaga kondisi lingkungan berkat rendahnya emisi yang dikeluarkan.
Ambang batas emisi kendaraan bermotor jenis bensin di Indonesia berpatokan pada parameter CO 1,5% Vol dan HC 200 ppm Vol. Lebih dari itu, artinya mobil Anda butuh perhatian di sektor mesin supaya lulus uji emisi.
Anda dapat uji emisi 6 bulan sekali saat servis berkala di bengkel resmi Toyota. Karena sekalian servis berkala, tidak ada biaya yang dikenakan untuk uji emisi. Anda tetap dapat melakukan uji emisi di luar waktu servis berkala dimana biayanya dapat ditanyakan kepada service advisor yang bertugas di bengkel resmi Toyota.
Selain mencegah produksi gas buang yang berlebihan, uji emisi dimanfaatkan pula untuk mengecek kondisi mesin mobil. Jika ternyata kadar emisi melampaui ambang batas, berarti ada komponen mesin bermasalah sehingga memicu pembakaran yang tidak sempurna.
Pembakaran yang sempurna sanggup menekan angka CO karena minimnya endapan karbon sisa pembakaran di ruang bakar. Busi dan koil yang prima membuat pembakaran selalu optimal, sementara angka Air Fuel Ratio (AFR) juga harus mendekati ideal untuk menjaga performa dan kehematan mesin, serta menurunkan kadar gas buang.
Reduksi Emisi Kendaraan dengan Servis Berkala
Servis berkala memastikan hasil uji emisi berada di bawah ambang batas sehingga kinerja mesin selalu efisien. Selain tentunya memastikan konsumsi bensin selalu hemat sebagai salah satu keunggulan Hybrid EV Toyota.
Tidak kalah penting, servis berkala dapat segera mendeteksi potensi masalah agar dapat diambil langkah perbaikan. Dengan begitu, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.
Servis berkala memastikan klaim garansi tidak gugur jika terjadi kerusakan karena rekaman perawatan dan perbaikan mobil tercatat dengan baik. Servis berkala ikut membuat harga jual kembali mobil tetap terjaga karena track record-nya dapat dicek oleh calon pembeli sebagai bukti Anda serius merawat mobil.
Sumber masalah utama tabrakan beruntun adalah kelengahan pengemudi di belakang yang tidak menjaga jarak aman dengan mobil lain di depannya. Bahkan pengemudi yang sudah siap mengantisipasi tetap ikut terlibat kecelakaan karena ketidaksiapan pengemudi lain di belakangnya. Dikurasi dari Detik.com, jarak aman... selengkapnya
Periode Promosi 1 Des 2023 – 31 Jan 2024 Detail Promosi Hai AutoFamily! Emang boleh beli Mobil dapet Mobil dan Motor? Ya Boleh dong! Dengan promo SERBU AUTO2000 (Serba Untung di Auto2000), kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk memenangkan Hadiah 5 unit Toyota Raize 1.2 G CVT... selengkapnya
Jadikan Toyota Teman Setia untuk Petualangan Akhir Pekan yang Tak Terlupakan Akhir pekan jadi momen paling dinanti buat lepas dari rutinitas. Banyak yang memilih menjelajah tempat baru, sekadar menikmati udara segar, atau cari suasana berbeda. Di tengah kesibukan, memilih kendaraan... selengkapnya
Belum ada komentar