HUBUNGI SALES REKOMENDASI DEALER TOYOTA PALEMBANG DICKY TELP 0823-0662-2000 ATAU WA 0823-0662-2000 INFO PROMO TOYOTA TERBAIK WILAYAH PALEMBANG & SEKITARNYA. INFO TEST DRIVE, CASHBACK, DISKON, UPDATE HARGA TERBARU, KREDIT DP & CICILAN RINGAN NEGO SAMPAI JADI.
Beranda » Artikel Toyota » Korelasi Antara Uji Emisi dengan Servis Berkala, Perhatikan Cara Membuat Mesin Lolos Uji Emisi

Korelasi Antara Uji Emisi dengan Servis Berkala, Perhatikan Cara Membuat Mesin Lolos Uji Emisi

Dipublish pada 18 June 2026 | Dilihat sebanyak 357 kali | Kategori: Artikel Toyota

Selain bahan bakar yang tepat dan menerapkan eco driving, kondisi mesin yang optimal juga menjadi kunci penting dalam menjaga mobil tetap irit bahan bakar. Salah satu cara memastikan apakah kondisi mobil dalam keadaan optimal dapat dilakukan melalui uji emisi. 

Dijelaskan oleh Kompas.com, hal ini juga bisa dijadikan indikator apakah konsumsi BBM mobil irit atau tidak. Uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil.

Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, itu menjadi indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya, seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar kembali optimal.

Meski tidak ada kerusakan, melakukan uji emisi dapat memastikan mesin dalam kondisi prima agar mencapai tingkat efisiensi terbaik. Dengan melakukan uji emisi, dapat diketahui apakah komposisi udara dan bahan bakar yang digunakan sudah sesuai spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal. 

Bila kinerja mesin optimal, maka hasilnya adalah efisiensi bahan bakar yang lebih baik karena mesin tidak menjadi boros bensin. Bicara soal uji emisi, ada aturan tertulis yang menjadi barometer kelulusannya. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama. 

Kendaraan bermotor berbahan bakar bensin produksi 2007 dan sesudahnya memiliki ambang batas emisi pada uji idle dengan parameter karbon monoksida (CO) maksimal 1,5 persen volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume. 

Untuk memenuhi parameter tersebut, pemilik mobil wajib memastikan kesehatan mesin beserta komponen terkait, yakni: 

  1. Saluran Masuk BBM dan Filter

Pastikan saluran masuk bahan bakar dan filter udara dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang bakar sehingga angka HC bisa semakin tinggi akibat pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran. 

  1. Cek Kondisi Koil dan Busi Mesin Bensin

Jangan lupa memastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima saat uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah. 

  1. Pastikan Oli Mesin Bekerja Optimal

Mesin mobil wajib bekerja dalam suhu optimal saat uji emisi dengan memeriksa sistem pendingin dan pelumas mesin. Oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, sekaligus membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit dikendalikan. 

  1. Sensor Oksigen dan Catalytic Converter Harus Sehat

Sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak mengingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran yang sempurna. Termasuk memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara yang lebih bersih. 

  1. Hindari Memodifikasi Mesin Mobil 

Tidak kalah penting, biarkan mesin dalam kondisi standar alias tidak dimodifikasi. Biasanya untuk membuat mobil lebih kencang, campuran BBM dan udara dibuat lebih banyak sehingga mengakibatkan gas buang lebih kotor. 

  1. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi

Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran bisa berlangsung lebih sempurna. Pembakaran yang sempurna dapat menekan angka CO karena minimnya endapan karbon di ruang bakar akibat sisa pembakaran yang tidak sempurna.

  1. Servis Berkala Sebagai Solusi Paling Tepat

Servis berkala di bengkel resmi Toyota memastikan hasil uji emisi berada di bawah ambang batas sehingga kinerja mesin selalu efisien. Selain tentunya memastikan konsumsi bensin selalu hemat. Tidak kalah penting, servis berkala dapat segera mendeteksi potensi masalah agar dapat diambil langkah perbaikan. 

Servis berkala memastikan klaim garansi tidak gugur jika terjadi kerusakan karena rekaman perawatan dan perbaikan mobil tercatat dengan baik. Servis berkala ikut membuat harga jual kembali mobil tetap terjaga karena track record-nya dapat dicek oleh calon pembeli sebagai bukti Anda serius merawat mobil.

Bagikan ke

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Lainnya

Jelang Rallye Monte-Carlo yang Ikonik, TOYOTA GAZOO Racing Hadirkan 5 Pembalap Dunia dan Improvement pada GR Yaris Rally1

Dipublish pada 4 February 2025 | Dilihat sebanyak 836 kali | Kategori: Artikel Toyota, Featured, Info Cicilan Toyota, Promo

TOYOTA GAZOO Racing World Rally (TGR WRT) akan memulai kompetisi World Rally Championship (WRC) 2025 di ajang pembuka Rallye Monte-Carlo yang ikonik, 23-26 Januari 2025. Reli tertua dan paling terkenal ini memberikan awal yang menantang untuk jadwal 14 seri WRC, dengan tambahan... selengkapnya

PROMO SEPTEMBER CERIA

Dipublish pada 11 September 2023 | Dilihat sebanyak 809 kali | Kategori: Promo, Uncategorized

Dapatkan Penawaran Spesial September Ceria! Melayani Konsultasi Pembelian Tunai , Kredit & Tukar tambah Fast Respon Hubungi: Dicky Irawan Auto2000 Tjg Api Api Wa/Telp: 0823 0662 2000 selengkapnya

Tips Cara Cegah Tabrakan Beruntun di Jalan Tol, Servis Berkala Merupakan Solusi Paling Mudah

Dipublish pada 7 November 2024 | Dilihat sebanyak 1.007 kali | Kategori: Artikel Toyota, Featured, Info Cicilan Toyota, Promo

Sumber masalah utama tabrakan beruntun adalah kelengahan pengemudi di belakang yang tidak menjaga jarak aman dengan mobil lain di depannya. Bahkan pengemudi yang sudah siap mengantisipasi tetap ikut terlibat kecelakaan karena ketidaksiapan pengemudi lain di belakangnya. Dikurasi dari Detik.com, jarak aman... selengkapnya

Dicky Irawan
Senior Sales Executive