HUBUNGI SALES REKOMENDASI DEALER TOYOTA PALEMBANG DICKY TELP 0823-0662-2000 ATAU WA 0823-0662-2000 INFO PROMO TOYOTA TERBAIK WILAYAH PALEMBANG & SEKITARNYA. INFO TEST DRIVE, CASHBACK, DISKON, UPDATE HARGA TERBARU, KREDIT DP & CICILAN RINGAN NEGO SAMPAI JADI.
Beranda » Artikel Toyota » Power Split Device Sebagai Senjata Rahasia Mobil Hybrid Toyota, Minim Power Loss dan Tahan Lama, Sudah Dipatenkan oleh Toyota Global

Power Split Device Sebagai Senjata Rahasia Mobil Hybrid Toyota, Minim Power Loss dan Tahan Lama, Sudah Dipatenkan oleh Toyota Global

Dipublish pada 24 July 2025 | Dilihat sebanyak 1.040 kali | Kategori: Artikel Toyota, Featured, Info Cicilan Toyota, Promo, Uncategorized

Salah satu keunggulan mobil hybrid Toyota adalah efisiensi mesin bensin yang sangat tinggi. Dengan semangat continuous improvement, Toyota mengambil pelajaran dari cara pelanggan di seluruh dunia ketika menggunakan mobil hybrid dalam mobilitasnya setiap hari.

Sebagai pengendali utama, Toyota Hybrid System (THS) terus berkembang hingga sekarang sudah memasuki generasi ke-5 pada Kijang Innova Zenix HEV. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi mesin supaya dapat menekan emisi semaksimal mungkin.

Rangkaian kerja Series Parallel Hybrid System Toyota terdiri atas: mesin bensin, motor listrik (MG1), generator listrik (MG2), Power Control Unit (PCU), dan Power Split Device (PSD) yang menggunakan girboks khusus dalam tugasnya membagi distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, dan generator listrik.

THS meningkatkan kolaborasi mesin bensin dan motor listrik dalam memperoleh efisiensi terbaik sehingga hemat BBM. Sepanjang kapasitas baterai hybrid masih memadai, sistem akan memaksimalkan operasional motor listrik, khususnya dalam kondisi stop and go di jalan perkotaan.

Power Split Device Sebagai Senjata Rahasia Mobil Hybrid Toyota

Dikutip dari Pressroom Toyota Indonesia, Power Split Device (PSD) adalah komponen penting yang mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan menghasilkan performa lebih baik. Dengan membagi dan mengalirkan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik secara tepat, PSD membantu Toyota mencapai keunggulan teknologi hybrid.

Tenaga dari mesin bensin dan kedua generator listrik (MG1 dan MG2) dihubungkan oleh PSD. Komponen yang sekaligus bertindak sebagai transmisi ini, menggunakan girboks khusus dalam tugasnya membagi distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, dan generator listrik.

Ada sistem planetary gear di dalamnya yang menjaga supaya penyaluran tenaga dari berbagai sumber tersebut dapat berlangsung optimal dan tanpa jeda. Canggihnya sistem ini adalah tidak butuh campur tangan pengemudi dalam mengendalikannya.

Berbeda dengan sistem transmisi umumnya yang mengandalkan pelat kopling yang mudah aus atau torque converter yang berisi fluida, PSD memakai roda gigi yang dikenal ‘badak’ dan lebih sigap dalam menyalurkan tenaga. Ditambah kerugian mekanis yang lebih rendah.

Mekanismenya juga lebih awet dan tahan lama lantaran hanya mengandalkan roda gigi. Berbeda dengan CVT biasa yang masih mengandalkan sabuk baja, PSD tidak ada parts itu. Tidak ada pula deretan rasio gigi ala mobil matik biasa sehingga lebih kompak, efisien, dan minim perawatan.

Alhasil, tidak butuh penggantian parts seperti cairan transmisi atau pelat kopling. PSD hanya membutuhkan pelumas yang diganti secara berkala.

Toyota menyebutnya sebagai e-CVT, PSD mendistribusikan tenaga dengan pas dan sesuai skenario berkendara di jalan. Dengan penyaluran tenaga yang prima dari mesin bensin dan motor listrik yang minim power loss, konsumsi BBM menjadi sangat irit.

PSD Sudah Dipatenkan oleh Toyota Global

Karena PSD begitu berharga dan spesial, teknologi ini sudah dipatenkan oleh Toyota secara internasional. Ini alasan penting yang membuat mobil Hybrid Toyota unggul dibanding teknologi hybrid yang dikembangkan pabrikan dunia lainnya.

Hasilnya, efisiensi hybrid engine Toyota terus meningkat dari generasi ke generasi. Klaimnya, emisi mesin hybrid Toyota berkurang hingga 50% dari mesin konvesional dengan kapasitas yang sama. Pun dengan konsumsi bensin yang kian irit tanpa mengurangi performa di jalan.

Hal tersebut dibuktikan dari pengujian beberapa media online. Seperti konsumsi bensin Yaris Cross HEV mencapai 31 km/liter berdasarkan pengujian media GridOto. Jauh lebih baik dari kebanyakan mobil non-hybrid yang berada di kisaran belasan km/liter.

Mobil hybrid Toyota yang memperoleh insentif PPnBM 3 persen adalah Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV tahun produksi 2025. Untuk informasi lebih lengkap, silakan sambangi dealer resmi Toyota terdekat atau browsing website Toyota Indonesia.

Back to top

Bagikan ke

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Lainnya

Masih Bingung Mengapa Telapak Ban Bisa Lebih Cepat Habis dari Normal? Ini Penjelasannya

Dipublish pada 17 July 2024 | Dilihat sebanyak 1.090 kali | Kategori: Artikel Toyota, Featured

Dalam pemakaian normal, usia pakai ban mobil bisa melampaui 2 tahun. Namun, ada kasus dimana pemilik mobil mengeluhkan ban lebih cepat rusak atau mengalami keausan tidak merata. Padahal secara usia, ban tersebut masih layak pakai. Sebenarnya, merawat ban supaya lebih... selengkapnya

Tidak Butuh SIM Internasional, SIM Indonesia Diakui dan Dapat Digunakan Langsung di Beberapa Negara Ini Mulai Juni 2025

Dipublish pada 7 May 2025 | Dilihat sebanyak 1.538 kali | Kategori: Artikel Toyota, Featured, Info Cicilan Toyota, Promo

IM Internasional adalah izin mengemudi yang berlaku secara internasional, dikeluarkan oleh negara asal dan diakui oleh negara-negara yang menjadi bagian dari Konvensi Wina tentang Lalu Lintas Jalan tahun 1968. SIM ini memungkinkan Anda untuk mengemudi di negara lain tanpa perlu... selengkapnya

Belok Kiri Jadi Lebih Aman Jika Pahami Aturan dan Etikanya di Jalan Raya

Dipublish pada 23 August 2025 | Dilihat sebanyak 1.100 kali | Kategori: Artikel Toyota, Featured, Info Cicilan Toyota, Promo, Uncategorized

Belok Kiri Jadi Lebih Aman Jika Pahami Aturan dan Etikanya di Jalan Raya Di jalan raya, banyak kecelakaan atau kesalahpahaman yang terjadi bukan karena pengemudi tidak bisa mengemudi, tapi karena kurangnya pemahaman terhadap aturan dan etika. Salah satu contohnya adalah... selengkapnya

Dicky Irawan
Senior Sales Executive