Info Promo Harga Kredit Toyota Palembang

Meskipun belum merata, beberapa daerah sudah mulai turun hujan. Saatnya bagi Anda memperhatikan berbagai hal terkait mengemudi aman di musim hujan. Berikut akan dijelaskan perilaku salah yang sebaiknya dihindari waktu hujan.
Dikutip dari Detik.com, berkendara selama musim hujan harus ekstra hati-hati dan waspada. Pasalnya, mobil bisa sulit dikendalikan lantaran daya cengkeram ban berkurang dan tingkat visibilitas yang buruk saat hujan turun.
Tidak memperhitungkan risiko saat menyetir di kala hujan bisa berisiko celaka yang mengancam keselamatan. Karena itu, penting bagi Anda untuk menghindari sederet perilaku salah yang mampu menimbulkan bahaya di musim hujan.
1. Malas Mengecek Kondisi Kendaraan
Kondisi mobil terutama ban harus optimal selama mengemudi di musim hujan. Untuk mengetahui baik buruknya kondisi mobil, Anda membutuhkan pengecekan rutin. Paling mudah adalah servis berkala di bengkel resmi Toyota.
Pastikan seluruh komponen kendaraan baik dan tidak ada yang aus. Periksa kondisi telapak ban dan pastikan cukup tebal serta memiliki tekanan yang sesuai rekomendasi Toyota agar bisa melaju pada permukaan jalan yang licin.
2. Speeding Waktu Hujan Turun
Permukaan jalan menjadi basah dan licin saat hujan sehingga traksi ban menurun. Efek aquaplaning bisa terjadi dan Anda kehilangan kontrol atas mobil. Jika tidak berhati-hati, situasi tersebut mampu menyebabkan kecelakaan. Oleh sebab itu, mengemudilah dengan wajar sesuai batas kecepatan.
3. Tailgating Kendaraan Lain
Anda harus menjaga jarak aman saat berkendara di kala hujan. Meski tidak mengebut, menjaga jarak penting agar memberi waktu untuk bereaksi terhadap apa pun yang mungkin terjadi. Ketika membuntuti mobil lain terlalu dekat dan rem mobil blong, tabrakan bisa terjadi.
4. Menyalakan Lampu Hazard
Menyalakan lampu hazard ketika hujan bisa membahayakan keselamatan. Saat hendak bermanuver ke kanan atau kiri, pengendara lain menjadi tidak tahu sehingga tabrakan dapat terjadi. Lampu hazard cukup dipakai saat berhenti di pinggir jalan. Anda dapat menyalakan foglamp waktu menyetir di kala hujan.
5. Manuver Sembarangan
Hendaknya menghindari manuver seperti pengereman dan akselerasi tiba-tiba saat hujan deras. Sebab hal ini dapat menyebabkan kecelakaan beruntun. Yang paling baik adalah berkendara santun dan melakukan pengereman secara bertahap supaya mobil tidak tergelincir.
6. Menerobos Genangan Air
Ketika menemui genangan air, disarankan agar tidak melewatinya karena tidak tahu seberapa dalam lubang tersebut. Bisa saja lubangnya cukup dalam yang membuat salah satu roda mobil terjebak dan sulit dikeluarkan, bahkan jebol karena menghantamnya terlalu kencang.
7. Tidak Pakai Sabuk Pengaman
Sabuk pengaman harus selalu digunakan selama berkendara, terlepas musim hujan maupun tidak. Seatbelt disematkan pada mobil guna melindungi pengemudi dan penumpang dari cidera serius akibat kecelakaan.
Pemerintah Indonesia melakukan perubahan skema pajak di industri otomotif. Untuk mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV), ada insentif PPnBM sebesar 3% supaya harganya lebih terjangkau masyarakat. Saat ini, mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) merupakan xEV yang paling populer dan... selengkapnya
Melalui strategi Multi-Pathway, Toyota Indonesia menyediakan pilihan lengkap teknologi elektrifikasi: Hybrid EV, Plug-in Hybrid EV, dan Battery EV. Masing-masing teknologi memiliki pendekatan berbeda dalam mengolah sumber tenaga listrik, sehingga pelanggan dapat menjalankan gaya hidup ramah lingkungan sesuai keinginannya. Hybrid EV... selengkapnya
Toyota menjalankan Multi Pathway Strategy untuk mendukung kebijakan Net Zero Emission 2060 dan Toyota Environmental Challenge 2050 untuk mengurangi emisi karbon. Secara khusus, Toyota bZ4X hadir sebagai produk Battery Electric Vehicle (BEV) Toyota pertama yang dipasarkan untuk pelanggan di Indonesia. Toyota bZ4X merupakan salah... selengkapnya
Belum ada komentar